2. Orang Baik bukan Orang Benar !
Banyak orang baik di dunia ini termasuk pembaca semuanya, dan sudah barang tentu populasi atau jumlah orang baik tersebut jauh lebih banyak dari orang jahat. Sesungguhnya kriteria “baik” di sini adalah menurut kaca mata dan cara pandang manusia yang hanya bisa melihat tampilan atau tabiat luarnya saja, sebab menurut pengalaman kecerdasan spiritual dari pemrakarsa ternyata sebagian besar dari Orang Baik ini belum tentu bisa disebut sebagai Orang Benar(tetapi Orang Benar pasti Baik).
Orang Benar adalah menurut cara pandang Tuhan adalah “terbalik” dengan cara pandang manusia pada umumnya. Tuhan memandang manusia sampai menembus kedalam tabiat terdalamnya yaitu spiritualitas. Seperti tersebut di dalam Firman Tuhan juga menurut pengalaman dan pengamatan pemrakarsa menunjukkan bahwa jumlah Orang Benar ini adalah minoritas atau sekitar 10 % saja.
Orang Baik selalu mengandalkan dan mencari perkenanan manusia, yang segala usahanya selalu didasari kebenarannya sendiri dengan”pamrih” tertentu sehingga tidak memperkenan Tuhan. Sedangkan Orang Benar adalah pribadi yang mengutamakan perkenanan Tuhan yang dengan sendirinya akan mendapat perkenanan manusia juga, sebab setiap usahanya selalu didasari kebenaran Firman dengan ketulusan hatinya.
Memperkenan Tuhan adalah cara paling efektif untuk bisa mendapatkan berkat kelimpahan-Nya.
Pertanyaannya adalah : Bagaimana berubah dari Orang Baik menjadi Orang Benar ? Dan Apa Untungnya ?
Perubahan inilah yang merupakan proses awal (tahap pertama) dari Tujuh Tahap Kurikulum Kehidupan “SQ Reformation” untuk mencapai kelimpahan sejati, yaitu “pertobatan”.
Tanpa dimulai dengan titik balik “pertobatan” ini tidak mungkin manusia bisa menyelesaikan kurikulum kehidupannya yang sudah direncanakan Tuhan bagi setiap pribadi, atau dengan kata lain sulit untuk bisa menikmati kelimpahan sejati.
