SQ Reformation Center

11. Ego Manusia Baik atau Buruk ?

Mayoritas 90-99% manusia dikuasai oleh egonya, sehingga banyak manusia dengan sebutan “egois” yang selalu mencari atau berorientasi kepada keuntungan diri dan pamrih. Predikat egois tersebut mempunyai konotasi negatif bagi cara pandang hampir semua manusia yang notabene dirinya juga egois. Kebalikannya adalah predikat manusia “mukhlis” yang sangat rohani dan suci yang berorientasi kepada keikhlasan bagi segala keterikatan duniawi sehingga mendapatkan konotasi positif.
Tetapi kalau boleh berpendapat dengan jujur maka manusia egois inilah yang justru banyak menghasilkan karya nyata untuk membangun dunia ini, sedangkan manusia suci ini tidak banyak menghasilkan karya nyata selain hanya mencari kemuliaan diri. Jadi manusia manakah yang baik ?, inilah yang menjadi pertanyaannya.
Ego berasal dari potensi manusiawi (jiwani) manusia yang merupakan sifat dari Tabiat Akal (IQ) dan Rasa (EQ), jadi tanpa ego berarti sekaligus manusia tidak berakal dan berperasaan (bayangkan!). Sedangkan Ikhlas berasal dari potensi ilahi (rohani) manusia yang merupakan Tabiat Ruh (SQ). Tanpa ego maka manusia tidak akan bisa survive didalam kehidupan ini, sebab apapun yang dimilikinya akan diberikannya kepada orang lain termasuk hartanya, pasangan hidupya, bahkan nyawanya atau mati. Sedangkan tanpa keikhlasan maka manusia akan serakah dan ingin memiliki apapun dengan menghalalkan semua cara sehingga merugikan orang lain dan yang lebih parah adalah merugikan dirinya sendiri sebagai effek samping yang harus dibayarnya seperti : kebangkrutan, perceraian, narkoba, atau penyakit permanen. Dengan kata lain “hidup tetapi sesungguhnya mati”.
Kesimpulannya, manusia memerlukan kedua sifat egois dan mukhlis tersebut karena memang sudah ada didalam diri setiap manusia, dan tidak ada yang sia-sia atas segala sesuatu yang diciptakan Tuhan.
Disinilah peran SQ Reformation yang akan mengatur keseimbangan antara sifat egois dan mukhlis dari segi porsi (kadar) dan hirarki (urutan)-nya. Didalam diri setiap pribadi haruslah porsi SQ lebih superior dan mempunyai hirarki lebih tinggi sehingga mampu mengendalikan dan memberdayakan IEQ-nya. Inilah kunci untuk mendapatkan kelimpahan sejati dan menjadikan manusia lebih mulia dari malaikat seperti desain Tuhan sejak awalnya manusia diciptakan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

SQ Reformation Center