12. Siapa Guru Kita ?
Di dalam belajar suatu pengetahuan dan juga didalam mencari solusi permasalahan yang dihadapi, kebanyakan manusia mencari jawaban langsung dari superioritasnya seperti guru, atasan, orang tuanya, atau biasanya mereka langsung mencari referensi dari buku atau internet dan lainnya.Hal ini kelihatan lumrah dan benar, tetapi sesungguhnya ada dua kesalahan fatal yang dibuat oleh kebanyakan manusia.
Pertama, mereka selalu mengandalkan dan berharap kepada manusia di dalam mencari solusi masalah kehidupannya, walaupun orang tersebut lebih berpengetahuan darinya. Sebab Firman Tuhan mengatakan dengan sangat keras bahwa, “Berharap kepada manusia adalah TERKUTUK !”. Kenapa demikian ? Berharap kepada jawaban manusia berarti membatasi potensi kita karena pengetahuan setiap manusia pasti terbatas, begitu juga pengetahuan yang kita dapat tidak akan bisa melebihi guru kita. Sebab EGO manusia selalu membatasi apapun yang diberikan kepada orang lain, termasuk ilmunya. Ini saya sebut dengan “dilema Shaolin”, dimana guru Shaolin selalu menyimpan jurus pamungkasnya untuk tidak diajarkan kepada murid-muridnya karena dia takut dikalahkan dan dibunuh. Inilah yang menyebabkan ilmu kungfu di dunia ini secara turun temurun semakin berkurang.
Kedua, manusia selalu mengandalkan Kecerdasan Akalnya-IQ dulu (melalui referensi buku, internet dll) lebih dari Kecerdasan Spiritualnya-SQ, sehingga sering mendapatkan jawaban yang tidak tuntas atau bahkan salah arah tujuannya.
Seharusnya, Tuhan-lah guru pengajar kita dan hanya kepada-Nya kita berharap. Andalkan SQ sebelum menggunakan IEQ. Dahulukan dan tanyakan kepada-Nya pada setiap pengambilan keputusan sebelum melangkah. Sebab hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui untuk mengarahkan dan Maha Kuasa untuk memampukan kita dalam menyelesaikan setiap masalah yang tidak mungkin sekalipun.
Dengan demikian, kita akan mampu memperoleh pengetahuan yang melebihi superioritas dan referensi yang kita baca, sebab Tuhan mengajar setiap hambanya secara pribadi dengan supra-unik.
Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa mendengar dan mengerti respons dari Tuhan ?. Disinilah SQ Reformation akan menjelaskan pemahaman dan aplikasinya secara praktis.
