Training & Seminar
Mengapa Training SQ Lebih Efektif?
Training kecerdasan untuk karyawan bukanlah hal baru dalam sebuah perusahaan. Dengan meningkatnya tingkat kecerdasan, baik Intellegent Quotient (IQ) maupun Emotional Quotient (EQ), perusahaan berharap bisa meningkatkan kinerja karyawan. Tapi apakah cara ini efektif? Belum tentu.
Pada dasarnya, pelatihan IQ dan EQ hanya akan menghasilkan individu-individu dengan status tahu dan bisa. Artinya, karyawan hanya sampai dalam tataran bisa menerapkan apa yang diajarkan dalam pelatihan tersebut. Namun, mereka akan kesulitan jika dihadapkan pada masalah real yang dialami perusahaan.
Dalam sistem akhlak, SQ menempati bagian yang paling dalam dan paling dominan karena berkaitan dengan Iman (belief) dan Karakter seseorang yang bersifat konsisten dan langgeng.
Ambil contoh, dalam kursus menyetir mobil, peserta yang dianggap lulus adalah yang tahu teknik dan bisa menyetir sesuai dengan medan yang diajarkan saat kursus. Namun, mereka belum tentu mampu menyetir di tengah kemacetan, di jalan tol, atau di kepadatan jalan tengah kota. Itu artinya peserta pelatihan belum mencapai tataran mampu.

Pelatihan Spiritual Quotient (SQ) adalah beda dengan pelatihan kecerdasan yang lain. Karena, pelatihan ini menghasilkan individu-individu dengan status mau dan mampu, atau tidak sekadar tahu dan bisa. Alasannya, pelatihan SQ ini tidak mengandalkan motivator dari luar seperti halnya IQ dan EQ, tetapi mengaktifkan energy motivator dari dalam diri.

Yang menjadi dasar pelatihan SQ adalah pembentukan karakter pribadi setiap karyawan dalam perusahaan tersebut. Dalam sistem akhlak, SQ menempati bagian yang paling dalam dan paling dominan karena berkaitan dengan Iman (belief) dan Karakter seseorang yang bersifat konsisten dan langgeng. Sedangkan, pelatihan IQ dan EQ menempati porsi yang lebih kecil dan dangkal dengan menyentuh Jiwa (soul) dan Kepribadian. Setelah itu, baru karakter seseorang yang muncul ke permukaan dalam bentuk Perilaku (behaviour).
Setelah karakter pribadi peserta pelatihan terbentuk, akan ter–jadi proses Daya Tular-Impartasi-Radiasi SQ berupa transmisi energi gelombang terhadap pribadi-pribadi yang berada di sekitarnya. Hal ini akan mempengaruhi karakter orang-orang dalam lingkungan perusahaan. Dari sinilah tercipta budaya organisasi/perusahaan yang mempunyai tingkat SQ yang tinggi.
Dalam proses impartasi SQ, energi gelombang yang dipancarkan pun berbeda dengan IQ dan EQ. Pada IQ menggunakan gelombang otak Beta yang menghasilkan energi hingga 10 pangkat 150, sedangkan pada EQ yang menggunakan gelombang otak Theta, bisa menghasilkan energi sebesar 10 pangkat 250. Pada SQ, energi yang dihasilkan sungguh luar biasa yakni mencapai 10 pangkat 1000, karena dipancarkan menggunakan otak Delta yang sangat halus. Otak Delta ini juga disebut God Spot atau Kuasa Tuhan yang mengolah aspek Iman, Niat, Pemahaman, Kesadaran, Pertobatan, Kepemimpinan, Penciptaan, Aktualisasi Diri, dsb.
Energi otak Delta ini terletak dibalik logika dan menjadi pembeda dengan orang yang mengandalkan logika secara umum. Kemampuan inilah yang membuat seorang leader mempunyai Visi yang jauh kedepan dan Motivasi yang supra konsisten untuk mengimplementasikan visinya itu. Visi orang dengan SQ memang terkadang sulit dimengerti orang lain tetapi seiring berjalannya waktu, ide-ide mereka akan meraih kesuksesan besar.
Uniknya, jika pelatihan IQ dan EQ menyasar karyawan di level bawah, SQ justru membidik para leader/CEO untuk meningkatkan kecerdasan mereka. Karena, kecakapan SQ seorang leader sangat vital dalam menentukan berkembang tidaknya sebuah perusahaan. Dengan proses Daya Tular-Impartasi-Radiasi, SQ sang leader akan menyebar seperti virus kepada orang-orang di sekitarnya, dan akhirnya membentuk budaya perusahaan.
Download Formulir dan Brosur Seminar di sini



